“Maka melalui forum RT RW ini, kami ingin menjaring orang-orang “gila” agar berani maju keluar dari zona nyaman untuk kota Surabaya. Sosoknya harus kreatif, inovatif dan produktif di berbagai bidang,” katanya.
Heru menegaskan, forum RT/RW yang dia pimpin tidak ingin terlibat dalam politik praktis. Namun, sebagai warga Surabaya, pihaknya juga ikut bertanggung jawab dalam menentukan calon pemimpinnya.
“Kami hanya menjembatani saja, tidak ingin menentukan siapa wali kotanya. Itu ranah warga Surabaya dan partai politik. Kami hanya ingin ada orang-orang hebat di Surabaya,” katanya.
Diketahui, sejumlah bakal calon wali kota Surabaya mulai bermunculan. Meski belum secara resmi mendeklarasikan, beberapa tokoh sudah mulai keluar panggung untuk mengenalkan diri kepada warga Surabaya.
Mereka antara lain Eri Cahyadi dari kalangan birokrat, KH Zahrul Azhar dari tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), Whisnu Sakti Buana dari PDI Perjuangan, M Soleh dari kalangan profesional, Bayu Airlangga dari Partai Demokrat, dan Adies Kadir dari Partai Golkar.