“Kalau ada foto korban yang memperlihatkan gigi, itu sangat membantu kami untuk mencocokkan ciri fisik,” ujarnya.
Proses identifikasi dilakukan nonstop 24 jam oleh tim gabungan dari DVI Polda Jatim dan Pusdokkes Mabes Polri. Setiap sampel DNA langsung dikirim ke Jakarta tanpa menunggu terkumpul banyak, demi mempercepat hasil bagi keluarga yang menunggu.
“Begitu sampel siap, langsung kami kirim. Kami tahu keluarga menunggu hasil ini dengan penuh harap,” kata Khusnan.
Dia menambahkan bahwa seluruh hasil pemeriksaan akan diverifikasi ulang oleh Pusdokkes Polri guna memastikan akurasi identitas korban sebelum diserahkan kepada keluarga.
“Kami cocokkan dua-duanya, baik data keluarga maupun hasil pemeriksaan di lapangan agar identifikasi bisa lebih akurat dan cepat,” ucapnya.