"Mendesak seluruh timses capres dan cawapres untuk mencabut ucapan selamat atas kemenangan presiden sampai keluar pernyataan resmi karena dapat membuat suasana tidak kondusif," ujar Lucky.
Koordinator aksi, Satria Wahab juga meminta capres dan cawapres serta seluruh pendukung untuk menghindari sikap saling menjatuhkan satu sama lainnya. "Masyarakat jangan sampai terprovokasi oleh kelompok atau golongan manapun," ucapnya.
Mahsiswa dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ini berharap agar masyarakat juga turut memerangi hoaks yang dapat memecah belah bangsa. Selain itu, mendukung penuh KPU, TNI dan Polri untuk dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya agar tercipta pemilu 2019 yang aman, damai dan sejuk.
"Utamakan azas kejujuran. Kami akan selalu menjadi garda terdepan demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia," katanya.
Satria pun memberikan apresiasi penuh atas kinerja penyelenggara pemilu yang terintegrasi dengan baik. "Kami juga turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya kepada penyelenggara pemilu yang gugur dalam mengawal proses pemilu kali ini," katanya.