"Karena orang melihat kan tingkat kematian yang dilaporkan pelaporannya akumulatif dari hari ini, kemarin, dan kemarin terlaporkan ter-update hari ini. Jadi tidak bisa yang namanya kematian per hari ini ada pelaporan," katanya.
Sutiaji juga bakal memasukkan data pengetesan swab antigen ke data New All Record (NAR) untuk pasien Covid-19. Ini mengingat disebutkan baru ada keputusan orang yang dites antigen masuk NAR pada 11 Agustus 2021 kemarin oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
"Testing kita belum masuk ke NAR karena kemarin yang kita pakai golongan kelas dua testingnya pakai antigen. Tes antigen baru ada tanggal 11 Agustus dari Kemenkes baru boleh masukkan yang namanya tes antigen masuk pada NAR. Karena testing kita masalah, kita belum di-update," katanya.
Sementara Bupati Malang Sanusi menegaskan, di wilayahnya tidak terjadi manipulasi sebagaimana yang disangkakan beberapa pihak. "Di kabupaten tidak ada (manipulasi data Covid-19), sama dengan yang di Kemenkes," katanya.
Namun, dia mengakui untuk data tracing dan testing Kabupaten Malang masih cukup lemah. Dari target 5.000 pengetesan setiap harinya, Kabupaten Malang baru mampu mengetes 500 sampel setiap hari.