Diduga Korupsi Dana Pesantren, Staf Kemenag Nganjuk Dijebloskan ke Penjara

Mukhtar Bagus
MS (43), Staf Kemenag Nganjuk, dijebloskan ke penjara lantaran diduga mengkorupsi dana BOP pesantren dan TPQ. (Foto: Mukhtar Bagus)

NGANJUK, iNews.id - Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk menahan staf Kemeterian Agama (Kemenag) Kabupaten Nganjuk berinisial MS (43). Dia diduga korupsi dana bantuan operasional pendidikan (BOP) pesantren atau taman pendidikan Al-Qur'an (TPQ) di Nganjuk.

Penahanan terhadap MS dilakukan usai yang bersangkutan menjalani pemeriksaan sebagai tersangka pada Kamis (8/12/2022) siang. Dia langsung dikawal menuju mobil tahanan untuk menjalani penahanan di Rutan Nganjuk.

Kasi Pidsus Kejari Nganjuk Andi Wicaksono mengatakan, MS selaku staf Kemenag bertanggung jawab atas penyaluran dana bantuan tersebut. Berdasarkan pengajuan yang diterima, sedikitnya terdapat 100 pesantren dan TPQ yang mengajukan dana bantuan.

Pemerintah mengucurkan bantuan dengan nilai bervariasi antara Rp40 juta hingga Rp50 juta untuk setiap lembaga pendidikan tersebut.

"Namun praktiknya tersangka tidak menyalurkan seluruh dana tersebut," kata Andi, Jumat (9/12/2022).

Adapun, kata Andi, MS diduga memotong dana bantuan sekitar Rp15 juta hingga Rp25 juta. Akibat perbuatan tersebut, negara mengalami kerugian sedikitnya Rp700 juta.

"Kami terus melakukan pendalaman untuk menelusuri pihak lain yang diduga terlibat," ujar Andi.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sejarah Pondok Pesantren Lirboyo dan Sosok KH Abdul Karim yang Lahirkan Ulama Besar

57 tahun lalu

Hari Santri 2025, Menag Ungkap Pemerintah Siapkan Eselon 1 Khusus Tangani Pesantren

57 tahun lalu

Hari Santri 2025, Menag Nasaruddin: Pesantren Motor Peradaban Dunia

57 tahun lalu

Pesantren Lansia di Masjid Agung Demak Selama Ramadhan, Tidak Dipungut Biaya

57 tahun lalu

Puluhan Tahun Beroperasi, Kini Terminal Tanah Habang Dibongkar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal