SIDOARJO, iNews.id - Tersangka pembakar mobil mewah Via Vallen, Pije (45) sempat tinggal dan tidur di warung kopi tak jauh dari rumah Via Vallen. Aktivitas tersebut dilakukan selama 10 hari, sejak tersangka berada di Sidoarjo.
Para pemilik warung sempat menolak. Namun, beberapa di antara mereka akhirnya memperbolehkan karena kasihan. “Tidurnya pindah-pindah. Kadang di sini, kadang di tempat lain,” kata salah seorang pemilik warung, Supri, Kamis (2/7/2020).
Kepada Supri, tersangka juga sempat mengutarakan keinginannya untuk bertemu dengan Via Vallen. Namun, tersangka tidak menyebutkan maksudnya. “Saya tanya untuk keperluan apa bertemu Via Vallen. Tetapi dia tidak mengaku. Dia hanya menyebut ingin dapat haknya. Hak apa dia juga tidak cerita,” katanya.
Tak hanya itu, kepada Supri, tersangka Pije juga menyampaikan kalimat bernada ancaman. “Kalau hak saya tidak dikasi, lihat saja akibatnya,” kata Supri menirukan ucapan Pije.
Supri juga tidak mengetahui akibat apa yang dimaksud. Namun, dia sempat mengingatkan untuk tidak berbuat yang tidak baik. “Saya bilang, mbok jangan begitu. Tidak baik. Tak tahunya besoknya ada kabar mobil terbakar,” katanya.