Cerita Kiai Sadrach, Jadi Pendeta di Tanah Jawa usai Belajar di Pesantren

Masdarul KH
Kiai Sadrach, penginjil di tanah Jawa (istmewa).

Saat menjadi santri di Jombang, Radin menambahkan nama belakangnya Abas. Namanya menjadi Radin Abas. Ada yang menyebut penambahan nama ini terpengaruh nama-nama Arab. Dia juga menjadi seorang pengkhotbah di daerah-daerah yang menjadi persinggahan. 

Radin Abbas mencari pengikut. Sejak aktif memberi khutbah-khutbah itu, dia mendapat julukan baru sebagai kiai. Kiai Sadrach Surapranata, lengkapnya. 

Sebagai kiai, Sadrach juga banyak meninggalkan kenangan berupa warisan ilmu. Salah satunya buku catatan setebal 200 halaman yang disimpan di Karangjoso, Purworejo, Jawa Tengah. 

Konon, buku tersebut dia tulis dalam bahasa Arab. Buku tersebut berisi tasawuf, silsilah raja-raja Islam, transkripsi mistik dari nama Nabi Muhammad SAW (mengulas huruf-hurufnya yang mengandung banyak makna), dan dialog antara Sunan Kalijaga dengan Sunan Bonang mengenai kehidupan di alam kubur. 

Sejarah juga mencatat Kiai Sadrach merupakan seorang misionaris Kristen, pengabar Injil di sebagian pulau Jawa. Dalam posisinya dia dikenal sebagai Kiai Sadrach Surapranata, sang penggembala. 

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Terungkap! Oknum Kiai Cabuli 13 Santri di Ponorogo Diduga Sudah Beraksi Bertahun-tahun

57 tahun lalu

Santri Ponpes di Pelalawan Kritis Dianiaya Kakak Kelas, Diduga Perkara Nonton Film di HP

57 tahun lalu

1 Orang Ditangkap terkait Pembakaran Ponpes Nurul Jadid di Mesuji, Diduga Provokator

57 tahun lalu

Ponpes Nurul Jadid Mesuji Dibakar Massa, Diduga Buntut Kasus Asusila

57 tahun lalu

Ponpes Ndolo Kusumo Pati Ditutup Buntut Kasus Kiai Cabul, Begini Nasib 252 Santri

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal