Cerita Kiai Sadrach, Jadi Pendeta di Tanah Jawa usai Belajar di Pesantren
Mengutip Biokristi, situs biografi kristiani, pada masa hidupnya, Sadrach pernah menjadi seorang pemimpin Jawa yang terhormat dari gereja terbesar di Jawa. Sadrach merupakan contoh kepemimpinan Kristen mandiri dengan mengembangkan jemaat pribumi yang sangat erat kaitannya dengan kebudayaan Jawa.
Sadrach dikisahkan berasal dari keluarga petani miskin di Desa Loering, Karesidenan Semarang. Sejak masa mudanya, dia bertekat meninggalkan rumah untuk mengembara.
Tekat tersebut didorong semangat untuk belajar, sekaligus menemukan tempat tinggal dan menyambung hidup. Salah satu pilihan dia keluar masuk pesantren.
Kala itu, pesantren menjadi tempat orang-orang untuk belajar agama secara utuh. Maksudnya, belajar ilmu sekaligus menyambung hidup dan mencari makan. Semua dilakukan secara total di dalam pesantren.
Pesantren juga tidak pernah menolak siapa pun yang mau nyantri, walau tak punya bekal untuk biaya pendidikan selama di pesantren.