Dia pernah menerima pendidikan agama dengan belajar di pesantren-pesantren di berbagai tempat. “Misalnya di Yogyakarta, Madiun dan Kediri”.
Jasmani juga bertempat tinggal lama dengan Amat Mukiar, seorang guru yang terkenal keramat. Amat Mukiar mendirikan sekolah agama di Sengkrong, Blitar. Dia dikenal menjalani kehidupan bertapa, suka menyepi untuk keperluan berdoa dan semedi.
Banyak orang sakit, termasuk mengalami kesusahan gagal panen ditolongnya. Ia juga membagi-bagikan jimat yang diyakini mengandung tuah kekebalan kepada masyarakat.
Amat Mukiar berperan sebagai propagandis Jasmani. Dia menyatakan akan memangku kedudukan sebagai panembahan (bupati) dengan Jasmani sebagai Ratu Adil Igama.
Gerakan Jasmani mendapatkan pengikut yang luas. Bahkan menyebar hingga wilayah Madiun. Pengikut Jasmani dapat dikenali dari model pakaian yang khusus, yakni baju dan celana biru serta ikat kepala hitam.