Dia kembali beraksi. Saat hendak menculik seorang pengusaha milyader keturunan Arab di Jakarta, sang korban yang melawan tanpa sengaja tertembak dan mati di dalam mobil. Kusni yang kemudian bersembunyi di sebuah rumah kontrakan di Yogyakarta diringkus di depan istri dan anaknya. Sejak itu hidup Kusni Kasdut menjadi buronan.
Dia kabur dari penjara ke penjara. Penjara Semarang, Kalisosok Surabaya dan Cipinang Jakarta, semuanya pernah ia terobos. Setiap diinterogasi aparat kepolisian, Kusni Kasdut selalu mengaku berasal dari Blitar.
Kusni mengaku lahir Desember 1929 di Desa Jatituri, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar. Dalam buku “Kusni Kasdut”, Parakitri menulis, Kusni Kasdut bukan berasal dari Blitar maupun Malang.
Kusni Kasdut lahir di Desa Bayan Patikrejo Kabupaten Tulungagung, yang berjarak sekitar 20 kilometer dari Kabupaten Blitar. Ayahnya yang bernama Wonomejo atau Wonorejo bukan kepala desa, melainkan petani biasa.
Sebelum mengawini Kastum dan memiliki anak Kusni Kasdut, Wonomejo seorang duda dengan delapan anak. Kastum seorang janda satu anak (bernama Kusmilah alias Kuntring) setelah suaminya yang merupakan adik kandung Wonomejo, meninggal dunia.