Ayah di Surabaya Bantu Anak Semata Wayang Aborsi, Keduanya Diancam 5 Tahun Penjara

Sony Hermawan
Pelaku EZ saat memeluk ayahnya MK saat ekspose di Mapolsek Bubutan. Ayah dan anak ini jadi tersangka kasus aborsi. (Foto: iNews/Sony Hermawan)

Hingga pada 15 September silam, pelaku EZ merasakan tanda-tanda kelahiran. Pelaku MK pun membantu persalinannya di dalam rumah mereka. Namun saat lahir, bayi perempuan itu telah meninggal. Pelaku MK kemudian memasukan jasad bayi dalam plastik dan membuangnya di Sungai Kalimas.

“Hari itu (15 September) anak semata wayang saya mengeluh perutnya sakit dan mau lahiran. Saya bantu persalinan hingga bayinya lahir namun tak mengeluarkan suara. Bayinya lahir meninggal,” pelaku MK saat gelar perkara di Mapolsek Bubutan, Selasa (8/10/2019).

Kapolsek Bubutan AKP Priyanto mengungkapkan, motif kedua pelaku melakukan aborsi karena malu dengan tetangga anaknya hamil di luar nikah. Bayi itu merupakan hasil hubungan gelap antara pelaku EZ dengan pacarnya.

“Pelaku MK ini malu dengan keluarga dan tetangganya karena EZ hamil di luar nikah hingga mereka melakukan aborsi,” ujarnya.

Menurutnya, kasus ini merupakan buah kerja keras Unit Reskrim Polsek Bubutan. Setelah mendapat laporan temuan mayat orok bayi, anggota di lapangan mendapat laporan ada seorang ayah yang membawa anaknya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soewandi dalam kondisi lemas dan pecat.

“Saat itu juga dilakukan penangkapan kepada keduanya dengan membawa sejumlah bukti,” kata Priyanto.

Atas perbuatannya, ayah dan anak ini kini harus rela mendekam di balik jeruji besi Polsek Bubutan. Keduanya dijerat Pasal 346 KUHP dan atau Pasal 348 KUHP dan Pasal 77a ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman hingga 5 tahun penjara.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kecelakaan Maut Truk Tangki dan Motor di Surabaya, 1 Orang Tewas 1 Luka

57 tahun lalu

Jambret iPhone WNA Jerman di Kota Lama Surabaya, Kedua Kaki Pemuda Ini Ditembak

57 tahun lalu

Tradisi Toron Idul Adha, Ribuan Warga Madura Padati Jembatan Suramadu Surabaya

57 tahun lalu

WNA India Ditemukan Tewas di Ruang Detensi Imigrasi Surabaya jelang Deportasi

57 tahun lalu

Remaja di Lampung Rekrut 2 Anak Jadi Terapis Plus-Plus di Surabaya, Diimingi Gaji Besar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal