Candi Tikus terletak di Dukuh Dinuk, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
Dinamakan Candi Tikus karena konon pada saat ditemukan, tempat candi tersebut berada merupakan sarang tikus.
Dikarenakan bangunannya yang berbentuk seperti prtirtaan, maka banyak yang menduga bahwa tempat ini dulunya berfungsi sebagai tempat pemandian bagi keluarga kerajaan.
Tak hanya di wilayah Jawa Timur, peninggalan Kerajaan Majapahit juga ditemukan di Jawa Tengah.
Candi Cetho terletak di Dusun Cetho, Desa Gumeng, Jenawi, Karanganyar.
Dikutip dari cagarbudaya.kemdikbud.go.id, Situs Candi Cetho dibangun sekitar tahun 1451-1470 pada zaman Kerajaan Majapahit ketika pengaruh Hindu di Jawa mulai pudar dan unsur Indonesia asli dari tradisi prasejarah mulai hidup lagi.
Diperkirakan pada masa itu, Kerajaan Majapahit sedang mengalami proses keruntuhan dengan memuncaknya kekacauan sosial, politik, budaya dan bahkan tata keagamaan sebelum akhirnya mengalami keruntuhan total pada tahun 1519 M.
Tujuan didirikannya candi ini adalah sebagai situs suci yang berhubungan dengan penghormatan pada arwah-arwah leluhur.
Kemudian pada paruh pertama abad ke-15 iubah menjadi sebuah monumen yang mengandung unsur-unsur dari kebudayaan Hindu-Jawa dengan karakter lokal dengan sarana pembebasan arwah leluhur dari semua ikatan duniawi.