Di bagian tengah candi Situs Srigading terdapat sebuah bangunan yang disebut sumuran. Secara umum bangunan sumuran candi ini biasanya berbentuk segi empat, yang menggambarkan konsep hubungan dunia nyata saat ini dengan dunia bawah atau dunia kematian.
Sedangkan bagian atap terdapat lubang, menjulang, menghubungkan antara dunia manusia dengan dunia khayangan. Uniknya sumuran pada candi tersebut berbentuk huruf L. Padahal biasanya berbentuk segi empat.
Di dalam sumuran ini terdapat beberapa temuan benda-benda artefak yang difungsikan sebagai persembahan-persembahan yang biasanya disertakan ketika upacara pendirian candi dilakukan.
Selain temuan tembaga atau perunggu dan besi, ada juga temuan tiga tempat dan alat pertanian yang ada di setiap sudut dari sumuran itu. Informasi yang dihimpun alat-alat tersebut sengaja dikubur sebagai bekal menuju kahyangan. Diketahui, pada saat masa prasejarah ketika orang meninggal alat-alat pusakanya ikut ditanam. Tujuannya untuk mengantarkan ke dunia kayangan.