“Kami sudah pernah melakukan karantina wilayah saat Klaster Joyotakan dulu dan berhasil. Terputus rantainya, enam orang sembuh semua. Kemudian Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) sebenarnya juga sudah kami lakukan,” kata dia kepada wartawan, Kamis (16/7/2020).
Pria yang akrab di sapa Rudy menegaskan, kegiatan yang paling penting untuk mengiringi karantina atau lockdown lokal yakni tracing yang dilanjutkan tes swab. Tracing ini untuk kontak erat dan kontak dekatnya.
Karantina wilayah tersebut bisa hanya menyasar lingkup RT/RW atau tidak seluruh wilayah kelurahan karena terlalu luas. Namun, karantina seluruh kelurahan bisa dilakukan jika kasusnya terlampau tinggi. Rudy mengatakan tengah memetakan lokasi mana saja di Kota Solo yang bisa menerapkan lockdown lokal.
“Jebres, Mojosongo, Purwosari, nanti akan kami cek. Gabungan RT/RW diisolasi agar tidak menyebar virusnya,” ucap Rudy.
Dia mengaku prihatin dengan munculnya klaster-klaster baru itu. Namun, tidak semuanya murni transmisi lokal. Salah satunya Klaster Penumping-Karangasem.