SEMARANG, iNews.id - Kasus dugaan perundungan (bullying) sadis kembali mencoreng dunia pendidikan di Kota Semarang, Jawa Tengah. Seorang siswa kelas 1 di salah satu SMP Islam swasta diduga menjadi korban perundungan sejumlah kakak kelasnya hingga mengakibatkan korban mengalami trauma berat.
Kasus tersebut kini menjadi perhatian publik setelah video pengakuan ibu korban viral di media sosial. Sembari menangis histeris, sang ibu menunjukkan sejumlah luka memar di tubuh anaknya yang diduga kuat akibat hantaman benda tumpul.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, insiden kelam ini sebenarnya berakar dari perselisihan kecil di media sosial antara korban dan salah satu kakak kelasnya pada akhir Februari 2026 lalu. Namun, konflik digital tersebut rupanya berbuntut panjang di dunia nyata.
Tiga bulan lalu, korban mendadak didatangi oleh dua orang kakak kelasnya dengan dalih diminta melakukan klarifikasi atas perselisihan tersebut di lingkungan sekolah. Bukannya diajak bermusyawarah, korban justru digiring secara paksa masuk ke dalam toilet sekolah yang sepi.
Di dalam toilet itulah, korban diduga langsung dikeroyok secara brutal oleh beberapa siswa senior.
Pascakejadian, korban yang menahan sakit sempat mendatangi Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Pihak keluarga baru mengetahui aksi keji tersebut setelah sang anak berani membuka suara dan menceritakan langsung petaka yang dialaminya.
"Anak saya trauma berat, terpukul secara psikologis, dan sampai sekarang menolak untuk kembali bersekolah," ujar ibu korban, Ristia Murni, menahan tangis, Kamis (26/6/2026).
Meskipun peristiwa ini sudah terjadi sekitar tiga bulan yang lalu, penyelidikan resmi baru bergulir masif setelah video keluhan keluarga viral. Polrestabes Semarang melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) menegaskan kasus ini sudah masuk dalam tahap penanganan intensif.