SLEMAN,iNews.id – Kasus pelemparan bom molotov yang menimpa rumah Sularto di Dusun Pasekan Kidul, Desa Balecatur, Kecamatan Gamping, Sleman pada 11 Desember lalu masih misteri. Dua pekan sudah polisi melakukan penyelidikan, namun pelaku belum bisa terungkap.
Menurut Kapolres, kendala pengungkapan teror bom molotov ini adalah minimnya saksi mata. Hal ini tidak lepas dari kejadian yang berlangsung pada dini hari. Sejumlah saksi hanya melihat ada dua pelaku yang naik sepeda motor melarikan diri. Apalagi beberapa tetangga korban enggan menjadi saksi dengan dalih takut dan alasan lain yang tidak diungkapkan.
Untuk mengungkap kasus ini, polisi sudah memeriksa sedikitnya enam orang saksi. Dia menyebut akan terus berupaya memeriksa saksi lebih banyak.
“Rata-rata mereka enggan menjadi saksi, petunjuk awal ada tetapi harus disinkronkan dengan hasil olah empat kejadian perkara,” tutur kapolres.
Polisi berharap masyarakat yang tahu kejadian pelemparan molotov bersedia memberikan keterangan. Kasus ini menjadi prioritas yang harus diungkap karena meresahkan masyarakat.