"Yang AN karena rumahnya di daerah Pedurungan, kami pilihkan di SMAN 11 Semarang, sementara AF yang rumahnya di daerah Mangkang difasilitasi di SMAN 13 yang menerapkan kurikulum sama dengan SMAN 1 Semarang," katanya.
Akan tetapi, kata dia, kedua siswa enggan mengambil kebijakan yang sudah diambil Disdikbud Jateng melainkan tetap bersikukuh agar tetap bisa bersekolah dan melaksanakan UN di sekolah asal, yakni SMAN 1 Semarang.
"Bahkan, saya sudah memberikan pilihan keduanya menentukan sekolah sendiri yang diinginkan, seperti AF yang katanya ingin di SMAN 6 Semarang. Kurikulumnya sama, saya persilakan kalau mau," katanya.
Kemudian, AN diberikan pilihan di SMAN 2 atau SMAN 11 Semarang yang menerapkan kurikulum sama dan lokasinya relatif dekat dengan tempat tinggalnya, tetapi belum mengambil keputusan.
Ditanya langkah yang diambil jika ternyata kedua siswa tidak mengambil kebijakan Disdikbud hingga penutupan pendaftaran DNT peserta UN, Gatot enggan menjawab, seraya mengatakan masih menunggu keputusan kedua siswa.