Sejarawan Anggap Cerita Raja Keraton Agung Sejagat Mengada-ada

Antara
Ritual di Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Jumat (10/1/2020). (Foto: Facebook/Aditya Hendar)

Kemudian ada bencana alam besar awal abad ke-11 yakni Gunung Merapi meletus besar maka hancurlah Mataram Hindu dan sebagian kadernya masih bisa lari ke Jatim.

BACA JUGA: Rumah Kontrakan Raja Keraton Agung Sejagat di Sleman Digeledah Polisi

Selanjutnya di Jawa Timur muncul Sendok, Darmawangsa dan seterusnya sampai terjadi Kediri kemudian terakhir menjadi Majapahit abad 12-15. Dia menuturkan Majapahit berakhir tahun 1400 saka atau 1478 Masehi.

"Kalau pernyataan Raja KAS berorientasi pada berakhirnya Majapahit bukan 1518 seharusnya 1478 dan ini selisihnya 40 tahun, maka banyak yang tidak logis," katanya.

Kemudian zaman Mataram Islam tahun 1755 diintervensi Belanda dan dipecah menjadi Surakarta dan Yogyakarta.

Dia melanjutkan, Purworejo ini termasuk wilayah Bagelen di bawah kerajaan Surakarta tetapi praktiknya orang-orang masih setia Yogyakarta.

"Dilihat dari kemasyarakatannya dulu sini masih sepi, artinya belum banyak orang dan sisa kerajaan sama sekali tidak ada," ujarnya.

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Raja dan Permaisuri Keraton Agung Sejagat Dijerat Pasal Berlapis

57 tahun lalu

Polisi Tetapkan Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat Sebagai Tersangka

57 tahun lalu

Ekspresi Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat saat Ditangkap Polisi

57 tahun lalu

Kapolda Jateng: Pengikut Keraton Agung Sejagat Wajib Setor Uang

57 tahun lalu

Mengulik Masa Kejayaan Bojonegoro di Balik Polsek Padangan Gedung Bergaya Kolonial

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal