Sejarawan Anggap Cerita Raja Keraton Agung Sejagat Mengada-ada

Antara
Ritual di Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Jumat (10/1/2020). (Foto: Facebook/Aditya Hendar)

PURWOREJO, iNews.id - Pernyataan Raja Keraton Agung Sejagat (SAD) Totok Santosa Hadiningrat yang dipanggil Sinuhun dipertanyakan Sejarawan Purworejo Soekoso DM. Sejarah "staatsblad" Atlantik versi Keraton Agung Sejagat dianggap hal yang mengada-ada.

"Ngoyoworo (mengada-ada) sejarahnya, referensinya dari Raja Firaun hingga ada perjanjian antara Ranawijaya yang mewakili Majapahit, Syailendra, Sanjaya, Mataram Hindu dan Sriwijaya dan Majapahit untuk menandatangani staatsblad Atlantiķ," kata Soekoso di Purworejo, Rabu (15/1/2020).

Berdasarkan cerita Totok, perjanjian 500 tahun setelah berakhirnya Majapahit 1518 akan dikembalikan ke nusantara atau tanah Jawa.

BACA JUGA: Raja dan Permaisuri Keraton Agung Sejagat Resmi Jadi Tersangka

"Menurut dia 500 tahun itu hitungannya pada 2018. Staatsblad itu tidak ada, dilihat dari bahasanya saja katanya perjanjiannya ditandatangani di Malaka dengan Portugis, istilah staatsblad itu Belanda, kalau Portugis tidak ada. Kalau memang hal itu betul di sejarah nasional kita pasti ada. Oleh karena itu Sang Raja itu mengada-ada," ujarnya.

Dia menuturkan dalam sejarah memang Mataram Hindu abad 7-9, awalnya dinasti Sanjaya. Kemudian didatangi dari Syailendra, Balaputadewa. Akhirnya ada perang kecil kemudian ada perkawinan antara Balaputradewa dengan Pramudawardani yang kemudian membuat Borobudur, Prambanan dan seterusnya itu Mataram Hindu.

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Raja dan Permaisuri Keraton Agung Sejagat Dijerat Pasal Berlapis

57 tahun lalu

Polisi Tetapkan Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat Sebagai Tersangka

57 tahun lalu

Ekspresi Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat saat Ditangkap Polisi

57 tahun lalu

Kapolda Jateng: Pengikut Keraton Agung Sejagat Wajib Setor Uang

57 tahun lalu

Mengulik Masa Kejayaan Bojonegoro di Balik Polsek Padangan Gedung Bergaya Kolonial

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal