Usai acara, Ganjar pun mengajak personil Nasida Ria ngevlog bareng dan menyanyikan lagu-lagu terkenal zaman dulu. Lagu Kota Santri dan Perdamaian menjadi lagu yang dinyanyikan Ganjar bersama Nasida Ria. Suara merdu punggawa Nasida Ria dan Ganjar pun menggema di kediamannya itu.
"Saya seperti nostalgia zaman dulu. Saat ramadhan, pasti mendengar lagu-lagu Nasida Ria. Kalau dengar lagu Nasida Ria, itu mengingatkan saya kalau buka puasa segera tiba," katanya sambil tertawa.
Ganjar pun mengapresiasi Nasida Ria yang terus mengalirkan darah seni sampai saat ini. Seni di group kasidah ini terus mengalir, meski saat ini sudah memasuki generasi ketiga.
"Ini luar biasa, kalau orang dulu mendengar Nasida Ria, pasti tahu karena group kasidah ini sangat luar biasa terkenal. Saya surprise karena tiba-tiba datang ke rumah dan mengenlakan album barunya. Ini sesuatu yang hebat menurut saya karena di tengah pandemi, mereka terus berkarya. Darah seni mengalir terus sampai sekarang generasi ketiga," ujarnya.
Ia mengatakan akan mendukung kegiatan-kegiatan yang digelar Nasida Ria dan seluruh seniman di Jateng yang berusaha untuk tetap eksis. Bagaimanapun dan dalam kondisi apapun, seni tidak boleh mati. "Kami tentu akan mendukung semuanya yang terus mencoba eksis dan terus berkarya. Ini hebat, dan saya sangat mengapresiasi," ujarnya.