Pengamat Sebut Mendag Salah Hitung Nilai Ekspor Sarang Burung Walet

Ahmad Antoni
Aktivitas budidaya sarang burung walet. (Istimewa)

SEMARANG, iNews.id - Pengamat Sarang Walet Indonesia, Erwin Hadinata mengatakan ada kekeliruan pada pernyataan Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi yang menyebut harta karun Rp500 triliun dari sarang burung walet. Namun menurut perhitungannya, yang benar adalah Rp50 triliun.

“Dari perhitungan Mendag, kami merasa ada kekeliruan dalam perkalian yang dilontarkan Pak Lutfi. Dalam1 ton ada 1.000 kilogram, maka jika 2000 ton akan ada 2 juta kilogram.  Jika harga per kilogram saja Rp25 juta, seharusnya 2.000.000 kilogram x Rp25 juta hasilnya Rp 50 triliun, bukan 500 Triliun kan? Coba saja hitung berkali-kali hasilnya tetap 50 Triliun,” kata Erwin, Kamis (4/2/2021).

Oleh sebab itu, ia berharap Mendag bisa melakukan koreksi ulang dari hasil perhitungan tersebut.  Karena dari data karantina,berdasarkan data IQFAST Badan Karantina Pertanian (Barantan), selama masa pandemi Covid-19, jumlah ekspor sarang burung wallet mencapai1.155 ton dengan nilai Rp 28,9 triliun.

“Terlihat jelas antara nilai dari Berantan dan pernyataan Mendag, seharusnya Mendag memiliki data yang akurat dan perhitungan yang baik sehingga tidak menyebabkan ada simpangsiur data lapangan dan pusat,” ujarnya.

Untuk diketahui, Mendag  Muhammad Lutfi mengatakan bahwa sarang burung walet berpotensi mendorong dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan cepat.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Viral 25 Gerai Alfamart-Indomaret di Lombok Tengah Tutup, Ini Respons Mendag

57 tahun lalu

Polda Jateng Bongkar Kasus TPPU Modus Investasi Fiktif Sarang Walet, Korban Rugi Rp78 Miliar

57 tahun lalu

Kebakaran Hebat Hanguskan Bangunan Sarang Walet di Pulang Pisau, Kerugian Ratusan Juta

57 tahun lalu

Dugaan Pelanggaran KEPPH, 3 Hakim Vonis Tom Lembong Dipanggil KY

57 tahun lalu

Mengenal Budi Santoso, Alumnus FISIP UNS Masuk Kabinet Merah Putih Jadi Menteri Perdagangan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal