Pabrik Obat HIV di Semarang Mulai Berproduksi

Antara
Kepala Balai Pengawas Obat Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito (kanan) menyerahkan sertifikat izin edar untuk dua produk obat HIV. (Foto: Antara/I.C.Senjaya)

Sementara itu selaku produsen obat HIV, Direktur Utama PT Sampharindo Retroviral Indonesia M Syamsul Arifin menjelaskan, sudah lima jenis obat yang diajukan ke BPOM. Kali ini baru dua yang sudah mengantongi izin edar.

"Ada lima jenis obat yang kami ajukan ke BPOM, hari ini sudah keluar dua," ucapnya.

Menurut dia, dari sekitar 600.000 pengidap HIV di seluruh Indonesia, baru sekitar 17 persen yang ditangani dan menjalani pengobatan. Salah satu kendala yang dihadapi dalam pengobatan HIV/ Aids, lanjut dia, karena produk yang digunakan masih jarang dan harganya mahal.

Padahal, menurut dia, salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan HIV ini yakni dengan pengobatan rutin.

Keberadaan pabrik ini, kata dia, diharapkan bisa meningkatkan jumlah penderita yang diobati sehingga bisa mencegah pula penularan.

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pabrik Emas di Sidoarjo Disita Bareskrim terkait Tambang Ilegal

57 tahun lalu

Sidak Pasar Curug, BPOM Tangerang Temukan 3 Bahan Makanan Mengandung Formalin

57 tahun lalu

Banjir Pemalang, Ratusan Rumah dan Pabrik Terendam akibat Luapan Sungai Rambut

57 tahun lalu

Truk Meluncur Tanpa Sopir di Grobogan, Tabrak 4 Warung dan Pedagang Bakso Keliling

57 tahun lalu

Kebakaran Hebat Pabrik Tepung Tapioka di Ponorogo, Api dari Mesin Pemanas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal