Kuota Pupuk Subsidi Terbatas, Guru Besar UNS Sarankan Petani Pakai Pupuk Organik

Ahmad Antoni
Petani saat melakukan penyiraman di sawah. Petani disarankan pakai pupuk organik di tengah terbatasnya pupuk subsidi.(Foto: Istimewa)

"Itu sudah membantu dari kebutuhan pupuk yang sangat besar. Tidak mencukupi memang, namun minimal mampu mengurangi dari kebutuhan pupuk," katanya.

Berdasarkan riset Balai Besar Sumber Daya Lahan Pertanian (BBSDLP) 2018, setidaknya 70 persen dari 8 juta hektar lahan sawah di Indonesia kondisinya kurang sehat. Penyebabnya karena kandungan bahan organik yang rendah. 

Kondisi di atas dinilai oleh pengamat pertanian, Khudori, merupakan dampak dari pola pemupukan yang tidak berimbang sekian lama. Penggunaan pupuk pada petani kita cenderung tidak rasional.

"Ada sejumlah riset yang menunjukkan, saat ini penggunaan pupuk oleh petani itu sudah tidak rasional. Jumlahnya melebihi kebutuhan," katanya.

Oleh karena itu, dia menyarankan petani untuk mulai rasional dalam penggunaan pupuk. Supaya tanah tidak semakin kehilangan unsur haranya, serta lebih efisien bagi ongkos produksi. "Jika ini kita jadikan pedoman, mestinya petani harus mulai rasional dalam memupuk," ujarnya.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Oknum Guru Besar Unpad Diduga Lecehkan Mahasiswa Asing, Ini Respons Rektor

57 tahun lalu

Mafia Pupuk Rugikan Negara Rp4,3 Miliar Dibongkar Polisi, 3 Tersangka Ditangkap

57 tahun lalu

Guru Besar UIN Palopo Dilaporkan ke Polisi, Diduga Lecehkan Mahasiswi

57 tahun lalu

Pesan Zainal Arifin Mochtar ke Pelaku Teror: Jangan Jualan Polisi untuk Nakutin Orang

57 tahun lalu

Terungkap! Peneror Guru Besar UGM Zainal Arifin Mochtar Mengaku Polisi, Ini Ancamannya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal