Untuk menambah kenikmatan bebek goreng tersebut, H. Slamet menyertakan sambal korek ulek yang dihasilkan dari oahan cabai rawit, garam bawang kemudian disiram menggunakan minyak bekas goreng bebek tersebut.
Begitu larisnya, hingga bebek goreng H. Slamet melahirkan sejumlah pedagang bebek yang mengadopsi ide bebek goreng tersebut.
Oleh karena itu, H Slamet terpaksa menambahkan kata "asli" di kardus kemasan serta di papan warung makannya.
Sampai sekarang, Bebek Goreng H Slamet memiliki beberapa cabang di sejumlah daerah yakni, Jakarta, Purwokerto, Purbalingga, Tegal, Pekalongan, Semarang dan lain-lain.
Adapun H. Slamet tidak menerapkan sistem franchise melainkan kerja sama dalam mengelola cabang-cabangnya.