Kisah Pangeran Sambernyawa, Ketajaman Batin dan Kesaktiannya Ditakuti Tentara Belanda

Bramantyo
ujuh mata air di lereng Gunung Lawu yang dikenal dengan nama Sapto Tirto Pablengan ini dahulunya tempat Pangeran Sambernyawa menggembleng pasukannya. (Bramantyo)

Ada juga  monumen batu gilang di Nglaroh yang diyakini sebagai lokasi kali pertama Pangeran Sambernyawa mengatur siasat perang gerilya yang populer disebut Perang Sambernyawa.

Dalam memerintah Pangeran Sambernyawa ialah yang disebut Tridharma waktu berjuang melawan VOC atau Belanda. Dengan ajarannya kepada pengikutnya dalam membela negara semuanya harus  seluruh bangsa hendaknya rumangsa melu handarbeni (merasa memiliki), wajib melu hangrungkebi (merasa ikut membela) dan  mulat sarira hangrasa wani atau mawas diri.

Strategi perang gerilya di dapatnya saat menyantap bubur bekatul panas yang dihidangkan warga di perkampungan kecil di daerah Rembang di mana Pangeran Sambernyawa singgah untuk istirahat bersama pasukannya. 

Ketika akan menyantap jenang katul yang masih sangat panas, sang pemilik rumah menyarankan agar jangan memakan langsung dari tengah. Namun diawali dari pinggir memutar baru pas di tengah akan dingin.

Pangeran Sambernyawa merenung mendengar ucapan sang pemilik rumah. Tak lama kemudian saran dari pemilik rumah itupun dijadikan taktik perangnya. Di mana Pangeran Sambernyawa tak langsung menyerang ke pusat kekuatan VOC, namun dirinya menyerang pasukan kompeni dari arah pinggir seperti saat dirinya tengah makan bubur.

Strategi itupun berhasil, Raden Mas Said berhasil menebas kepala kapten Van der Pol dengan tangan kirinya. Padahal sebelumnya pasukan kompeni ini telah mengepungnya terlebih dahulu dari segara penjuru Kota Rembang.

Belanda sangat mengakui kehebatan Raden Mas Said, baik kesaktian, maupun strategi perangnya. Sampai akhirnya VOC menyebutnya Pangeran Sambernyawa karena musuhnya termasuk Kompeni sendiri menganggapnya sebagai  penyebar maut.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pertempuran Tegal dan Cilacap, Jejak Perlawanan ALRI Terhadap Agresi Militer Belanda 1947

57 tahun lalu

Kisah Kelam di Coban Jahe, 38 Pejuang Kompi Gagak Lodra Gugur usai Pengkhianatan Pribumi

57 tahun lalu

Perang Buleleng 1846 Meletus Dipicu Hukum Tawan Karang, Belanda Kuasai Istana Singaraja

57 tahun lalu

Mengerikan! Pemimpin Prajurit Belanda Tertembak Mata oleh Pasukan Pangeran Diponegoro

57 tahun lalu

Belanda Bangun 258 Benteng Lawan Pangeran Diponegoro, Semua Gagal Total!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal