Dia menuturkan, prinsip dasar ini penting karena dengan modal rasa hormat yang tinggi maka berbagai perbedaan yang terjadi di tengah masyarakat tidak lantas mudah memicu kekacauan. Justru segala kebhinekaan itu menjadi moderasi dan mampu menyatukan anak bangsa. Dengan demikian, cita-cita luhur para pendiri bangsa untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang berkeadilan dan sejahtera bisa tercipta.
"Karena hakikatnya segala perbedaan di Indonesia seperti suku, agama, ras, kulit dan bahasa merupakan anugerah dari Allah SWT yang besar. Bersatu di atas segala perbedaan yang ada juga telah menjadi komitmen kuat bangsa kita," tutur Gus Yaqut.
Dia mengajak agar komitmen kebangsaan perlu terus dijaga dan dirawat. Hal ini penting karena tantangan menguatkan komitmen ini semakin besar seiring munculnya beberapa pihak yang akhir-akhir ini berupaya mengganggu kebhinekaan. Selain itu, dia juga meminta masyarakat mewaspadai karena cara-cara kelompok ini bisa mengoyak tatanan kerukunan bangsa.
Pada tahun-tahun politik saat ini, Gus Yaqut mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terhasut. Pemilu merupakan agenda demokrasi yang sangat terhormat untuk menciptakan sistem di masyarakat yang adil dan transparan. Untuk itu, semua pihak jangan sampai mencederai dengan tindakan-tindakan yang merugikan pihak lain.
Kegiatan yang digelar di Kajen ini menjadi istimewa karena melibatkan anggota Banser dalam jumlah yang sangat besar. Bahkan menurut catatan, kegiatan ini acara terbesar yang pernah dihelat GP Ansor.
"Melalui kegiatan ini, Ansor juga ingin menegaskan komitmen besarnya yang turut tak lelah dan tak henti dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia," ujar Gus Yaqut.
Ketua Panitia Maulid Nabi SAW dan Hari Pahlawan Mujiburrohman menambahkan, kegiatan akan diagendalkan digelar mulai pukul 19.00 hingga 21.30 WIB. Karena melibatkan jumlah peserta yang sangat besar, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak-pihak berwenang seperti Polri, TNI, dan jajaran Pemkab Pekalongan.