"Dengan demikian Maulid Nabi tidak menjadi sekadar peringatan, namun bermakna sebuah tatanan kehidupan yang perlu diwujudkan melalui cara-cara baik serta menjunjung tinggi aspek kemanusiaan," ucapnya.
Menurut Gus Yaqut, melihat dinamika seperti yang terjadi di Timur Tengah belakangan ini, dunia membutuhkan sosok-sosok pahlawan yang bisa mewujudkan kedamaian global. Namun masalahnya, sulit sekali menemukan sosok yang mampu menyelesaikan konflik-konflik tersebut.
Indonesia, justru memiliki peluang menjadi pahlawan dunia karena memiliki inspirasi-inspirasi dari pahlawan yang dulu berjuang memerdekaan negeri ini.
"Termasuk para kader Banser dan Ansor. Kita memiliki inspirasi-inspirasi kepahlawanan yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW. Sebab itu, acara ini mengambil inspirasi keteladanan dan kepahlawanan Rasulullah," katanya.
Gus Yaqut mengungkapkan, peringatan Maulid Nabi dan Hari Pahlawan kali ini juga tepat untuk mengingatkan kembali pentingnya bangsa Indonesia untuk menghormati antara satu dengan yang lainnya.