Ini Isi Surat Putri Iwan Budi ASN Semarang Korban Pembunuhan yang Dikirimkan ke Presiden Jokowi

Eka Setiawan
Putri almarhum ASN Pemkot Semarang, Iwan Budi, yang tewas dibunuh, Theresia Alfita Saraswati, menunjukkan surat yang dikirim kepada Presiden Joko Widodo, di Semarang, Kamis (Antara)

1. Almarhum merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota Semarang, yang dalam hal ini ditempatkan di Badan Pendapatan Daerah Kota Semarang.

2. Sebelum ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, Almarhum telah hilang selama kurang lebih 14 hari, dengan alur kejadian sebagai berikut: Pada tanggal 24 Agustus 2022, Almarhum berangkat dan berpamitan untuk bekerja seperti biasa. Pada hari itu, Almarhum berangkat menggunakan pakaian dinas kemeja putih dengan list merah dan bertuliskan Bapenda Kota Semarang dan celana hitam, serta mengenakan atribut berkendara berupa jaket hitam dan helm hitam bermerek Honda. Almarhum tertangkap CCTV perumahan keluar menuju jalan raya pada pukul 06.40. 

3. Menjelang malam hari Almarhum tidak dapat dihubungi dan tidak kunjung pulang. Dikarenakan pelaporan kepolisian akan diterima jika sudah 1x24 jam, maka kami keluarga Almarhum, senantiasa mengupayakan pencarian terhadap Almarhum, antara lain dengan melaporkan kehilangan Almarhum kepada Polisi Resor Kota Besar Semarang (Polrestabes Semarang) berdasarkan Surat Laporan Polisi Nomor S. Ket / 379 / VIII / 2022 / JATENG / RES TBS SMG tanggal 25 Agustus 2022..

4. Setelah proses pencarian selama beberapa minggu, keluarga tidak menemukan hasil, serta belum ada kabar dari kepolisian mengenai keberadaan Almarhum.

Hingga pada tanggal 8 September 2022, ditemukan jasad yang diduga merupakan jasad Almarhum beserta kendaraan dinas milik Pemerintah Kota Semarang yang digunakan oleh Almarhum yakni motor Vario Merah dengan plat nomor H 9799 RA dalam keadaan hangus terbakar, berdasarkan laporan yang diterima oleh Polrestabes Semarang. Pada saat ditemukan, kondisi jasad sungguh mengenaskan, karena sudah tidak dalam kondisi utuh melainkan hanya kerangka dan tidak ditemukannya bagian kerangka kepala dan bagian-bagian tubuh lain karena diduga dimutilasi oleh pelaku. Terhadap hal tersebut, Polrestabes Semarang telah melakukan penelitian forensik, antara lain melalui tes DNA yang dilakukan hari itu juga, dengan mendatangkan personel LABFOR ke rumah keluarga Almarhum.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sikat Begal dan Kreak, Polda Jateng Gelar Operasi Kejahatan Jalanan di Semarang

57 tahun lalu

Keji! Siswi SMK di Cianjur Tewas Dibunuh Ayah Tiri, Dijerat Kabel lalu Diperkosa

57 tahun lalu

Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas

57 tahun lalu

Kecewa Vonis 10 Tahun, Keluarga Siswi SMP yang Dibunuh Kakak Kelas Duduki Polres Sikka

57 tahun lalu

Kecelakaan di Semarang, Truk Boks Meluncur di Tanjakan Silayur Tabrak SPBU

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal