Industri Obat Kuat Ilegal di Cilacap Digerebek, Polisi Tangkap 2 Tersangka

Ahmad Antoni
Dirresnarkoba Polda Jateng Kombes Pol Ignatius Agung Prasetyoko memperlihatkan barang bukti jamu dan obat ilegal hasil home industry di Cilacap. (Foto: SINDOnews/Ahmad Antoni)

Adapun rincian barang bukti yang diamankan di antaranya 9.000 kapsul warna merah kosong, empat kantong berisi bubuk racikan kopi, jamu dan serbuk isi kapsul. Petugas juga mengamankan jamu sachet plastik sebanyak dua roll dan 1.200 renteng, sachet kertas 700 lembar, kotak karton 900 kotak, dan produk dalam bentuk karton yang digantung 60.

Kemudian, dua mesin press, satu ember, dua tampah plastik, dua tampah bumbu dan dua sendok yang digunakan pelaku sebagai alat produksi. Selanjutnya, bahan jadi yang diamankan yaitu 23.039 kapsul berbagai merek dalam kemasan siap edar dan bubuk sebanyak 150 sachet. Rinciannya, satu kardus berisi 90 kotak jamu bubuk penambah stamina pria dewasa merek Gatot Kaca dan enam kotak kopi jantan.

Dirresnarkoba Polda Jateng membeberkan, isi yang terkandung dalam obat dan jamu yang diproduksi kedua tersangka diduga sangat berbahaya untuk manusia. Untuk memastikan kandungan jamu, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari laboratorium.

"Isi dari obat dan jamu yang beredar tersebut yaitu kencur, gula, tepung, kopi dan jahe. Untuk tepung, kami masih kirim ke labfor untuk mengetahui kandungannya," katanya.

Menurutnya, peredaran obat dan jamu tersebut sudah hampir seluruhnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sebelumnya juga telah merambah ke wilayah Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sindikat Penipuan Pig Butchering di Solo Dibongkar, Raup Rp41,1 Miliar dari 133 Korban

57 tahun lalu

Gerebek Diskotek di Labuhanbatu, 5 Pengunjung Positif Narkoba

57 tahun lalu

Gadis 18 Tahun Dibegal di Kendal, Pelaku Ancam Pakai Golok Rampas HP dan Uang

57 tahun lalu

Penggerebekan Lapak Sabu di Medan Mencekam, Polisi Dilempari Batu

57 tahun lalu

105 Pelaku Begal Ditangkap, Polda Jateng: Tembak di Tembak jika Melawan!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal