“Mereka anak-anak muda yang hebat, inovatif dan kreatif. Buktinya, di tengah pandemi mereka tetap berproduksi bahkan sampai kewalahan melayani pelanggan, akhirnya menerapkan sistem pre order,” kata Ganjar.
Pandemi lanjut Ganjar tak boleh menjadikan masyarakat patah semangat. Ibarat berjalan, jika jalan utamanya tertutup, maka harus bisa mencari jalan alternatif lainnya.
“Mudah-mudahan bisa menginspirasi para pelaku usaha lain di Jawa Tengah,” ujarnya.