Akibat kondisi dasar sungai yang tidak kokoh, lanjut Putra, menyebabkan Ranpur miring, amblas dan terperosok. Sebagian penumpang Ranpur terjatuh, hanyut terbawa derasnya aliran sungai dan tidak terselamatkan.
Terkait kejadain itu, kata Putra, Kostrad menyatakan bertanggung jawab untuk mengusut tuntas dengan mengeluarkan tim investigasi agar kejadian seperti itu tidak terulang kembali.
“Kostrad juga turut berbela sungkawa kepada pihak keluarga dari korban maupun masyarakat terkait dengan peristiwa kecelakaan Ranpur Yonif Mekanis Raider 412/6/2 Kostrad di Sungai Bogowonto Purworejo,” tandasnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigadir Jenderal TNI Alfred D Tuejeh mengatakan pihaknya langsung melakukan penyelidikan mengenai kasus tenggelamnya tank milik satuan di bawah Kostrad di Purworejo, Jawa Tengah.
"Benar itu terjadi. Kami sangat prihatin atas kejadian ini dan unsur pimpinan TNI AD sudah tahu semua. Penyelidikan sebab-musabab peristiwa ini langsung kami gelar di lokasi kejadian dan hal-hal lain terkait," katanya, Sabtu (10/3/2018) sore.
Dia menjelaskan, sebagian dari tim penyelidik yang melakukan penyelidikan di lokasi kejadian berasal dari personel Polisi Militer (POM) dari Divisi II Kostrad yang bermarkas di Malang, Jawa Timur, karena Batalyon Infantri Mekanis 412 bagian dari divisi itu.