Informasi dari keluarga, korban mengalami keterbelakangan mental sejak kecil. Sehari-hari, perempuan yang dikenal pendiam ini bekerja sebagai pemetik bunga melati di kampungnya.
Keluarga baru mengetahui korban sudah tewas setelah mendapat informasi dari warga mengenai penemuan mayat korban di tepi Sungai Sragi, Pekalongan. Setelajh dicek, ternyata itu mayat Kumala Sari.
“Almarhumah berangkat jam 6 dan biasanya jam 9 pulang. Tapi, hari ini dia tidak pulang sampai jam 5. Trus kami mendapat kabar ada pembunuhan jam 6,” kata sepupu korban, Gito, Rabu malam.
Keluarga pun tidak menyangka Kumala Sari akan menjadi korban pembunuhan. Mereka berharap polisi bisa mengusut tuntas kasus itu dan memberikan hukuman yang setimpal kepada pelaku. “Kami meminta pelaku dihukum seadil-adilnya,” kata sepupu korban, Gito.
Setelah proses autopsi, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk selanjutnya dimakamkan. Sementara polisi masih terus melakukan pendalaman guna mengungkap kasus ini dan menangkap pelaku.
Diketahui, mayat perempuan dalam karung ini menggegerkan warga Desa Blimbingwuluh, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Jateng, di pinggir Sungai Sragi, Rabu (16/10/2019). Mayat tersebut pertama kali ditemukan warga bernama Konting saat hendak mencari rumput di bantaran sungai.
Merasa penasaran saksi kemudian membuka karung tersebut dan melihat kaki manusia. Konting yang kaget melihat kejadian itu, kemudian melaporkan ke perangkat desa dan diteruskan ke polisi.