"Makanlah daging yang memang layak untuk dikonsumsi. Sapi lebih enak, ayam lebih enak, nanti bahayanya rabies dan ini kan merajalela. Itu yang saya kira masyarakat pengonsumis anjing perlu disadarkan," katanya.
Tingginya peredaran olahan daging anjing di Jawa Tengah memang didominasi dari Solo Raya. Data dari Dog Meet Free Indonesia (DMFI) menyebutkan, ada 100-an lebih warung olahan anjing berada wilayah sana.
Di Kota Solo terdata ada 82 warung. Untuk memenuhi kebutuhan setiap bulan, sedikitnya 13.700 ekor anjing dibantai. Daerah pemasok utamanya yakni Jawa Barat yang notabene belum terbebas dari rabies.