Setelah mengikuti pelatihan di Balatkop, dia jadi tahu harus memisahkan antara uang pribadi sama usaha, termasuk aset. “Jadi kini bisa tahu pemetaan pasar, karena selama ini tak tahu,” katanya.
Meski usaha rumahan kue ultah yang dirintisnya dari nol kini perlahan membuahkan hasil, ia terus berupaya mengembangkannya dengan inovasi maupun kreativitas tampilan dalam penyajian kue ultah. Dia juga berharap apa yang dilakukannya bisa menumbuhkan semangat para wanita khususnya ibu-ibu dalam merintis usaha rumahan.
Senada juga dialami Oktaviany Wahyunita (32), warga Banyumanik Semarang. Ibu satu anak ini juga merasakan dampak positif setelah mengikuti pelatihan di Balatkop Jateng.
Sebelumnya ia harus jatuh bangun merintis usaha ayam oven rempah. Sempat terpuruk dihantam berbagai permasalahan dan pandemi, kini kembali bangkit secara perlahan.
Okta-panggilan akrabnya, berjualan ayam oven di sebuah supermarket di kawasan Karangrejo Banyumanik, Kota Semarang. Sebelumnya, dia sempat berhenti berjualan Ayam O (akronim nama Oktaviany), karena ayah kandung dan suaminya meninggal pada April 2023.