Haryanto tidak langsung menjawab. Pegawai Dishub itu hanya diam saat Rober Christanto menanyakan hal tersebut. Melihat pertanyaan patner kerjanya tidak segera dijawab, Bupati Juliyatmono pun saat itu mempertegas kembali pertanyaan yang ditanyakan Wakilnya itu.
"Masnya ini (Sambil menunjuk pada warga masyarakat yang jadi peraga) sudah antre dari pagi jam 6 pagi. Wis (sudah) daftar pertama kali, urung ono uwong teko (Belum ada orang datang). Nunggu waktu sampai jam 7.30 WIB, terus aku metu ngurusi apa-apa dulu. Datang sini itu sudah telat, tidak datang awal tadi terakhir sendiri, jam 9 atau jam 10. Cara mengatasi ini bagaimana. Disini sudah banyak orang mengantre," tanya Bupati dengan nada tinggi sambil mengetok alat baru.
“Aplikasi itu menyelesaikan perkoro, permasalahan. Namanya online itu bisa mendaftar dari rumah. Datang ke sini sudah bisa teratasi. Kalau kayak gini ini (Sambil menunjukkan kertas dari mesin baru di Dishub) bisa menimbulkan masalah baru kalau tidak bisa mengatasi.” Kata Juliyatmono.
“Tentu saja orang yang sudah mengantri lama akan emosi karena merasa ditabrak orang yang baru datang. Padahal orang yang baru daftar itu sudah daftar pertama," ujarnya.
Sementara itu Kasi Pengujian Sarana Dishub Haryanto mengatakan pihaknya sudah memiliki mekanisme sistem untuk menjawab apa yang dipersoalkan Bupati itu. Caranya, pihaknya tetap melayani masyarakat yang sudah mengantre terlebih dahulu.