Di dalamnya, umat melakukan ritual seperti sembahyang dengan dupa, berdoa kepada dewa-dewa serta merayakan berbagai festival seperti Imlek dan Cap Go Meh. Kelenteng juga sering menjadi tempat berkumpulnya komunitas untuk belajar, berdiskusi, atau berbagi kegiatan filantropi
Berikut lima kelenteng terbesar di Semarang yang dirangkum dari Dians Pariwisata Semarang dan sejumlah sumber lainnya, Senin (12/5/2025).
Kelenteng ini merupakan yang tertua di Semarang, dibangun untuk memperingati kedatangan Laksamana Cheng Ho (Zheng He), seorang penjelajah muslim China yang terkenal, di Pantai Simongan pada awal abad ke-15 (sekitar tahun 1416).
Kompleks Kelenteng Sam Poo Kong tidak hanya menjadi tempat ibadah bagi umat Konghucu, Taoisme dan Buddha, tetapi juga merupakan situs bersejarah dan objek wisata yang populer.
Arsitekturnya memadukan gaya China dan Jawa. Di dalamnya terdapat beberapa bangunan dan altar pemujaan, termasuk untuk Sam Poo Tay Djien (Laksamana Cheng Ho yang didewakan), Dewa Bumi (Hok Tek Ceng Sin) dan Kyai Juru Mudi (Wang Jing Hong).