Merupakan seni pertunjukkan boneka tradisional yang berasal dari fujian, China Selatan. “Potehi” berasal dari akar kata “pou” yang berarti kain, “te” berarti kantong dan “hi” yang berarti wayang.
Secara harfiah bermakna wayang yang berbentuk kantong dari kain meski beberapa bagiannya terbuat dari kayu. Wayang potehi dibuat oleh lima terpidana mati yang sedang menunggu hari eksekusi.
Mereka membuat boneka dari potongan kain dan memainkannya dengan musik pengiring dari barang-barang seadanya. Pertunjukan itu ternyata bukan hanya menghibur mereka, tapi tahanan lain dan para sipir penjara.
Wayang potehi dibawa imigran asal China ke Nusantara pada abad ke-16 dan menyebar ke beberapa kota di Pulau Jawa. Wayang potehi bukan hanya sarana hiburan tapi juga memiliki fungsi ritual. Pertunjukan wayang potehi menjadi sarana untuk menyampaikan terima kasih, pujian dan doa kepada para dewa dan leluhur.
Merupakan wayang yang terbuat dari kayu. Berbeda dengan wayang golek yang seperti boneka. Wayang klithik berbentuk pipih seperti wayang kulit.