Cerita yang ditampilkan diambil dari Mahabharata maupun Ramayana. Setelah Islam menjadi agama utama di Jawa, cerita-cerita Panji lebih banyak yang ditampilkan. Namun, masyarakat lebih mengenal wayang kulit, padahal wayang kulit merupakan bentuk modifikasi dari wayang beber.
Sesuai dengan namanya, wayang beber, yaitu pertunjukan wayang yang dilakukan dengan cara membeberkan atau membentangkan lembaran kertas atau kain bergambar dengan stilisasi wayang disertai narasi oleh seorang dalang.
Merupakan, salah satu jenis kesenian yang berasal dari Jawa Barat dan sudah jarang ditemui. Kesenian ini diciptakan dan dikembangkan oleh Ki Drajat yang sekaligus dalang dan penemunya.
Wayang bambu terbuat dari bambu, lebih tepatnya dari ati bambu atau batang bambu bagian dalam. Bentuk wayang bambu mirip dengan wayang golek.
Begitu pun dengan kostum yang dikenakannya. Bedanya, wajah wayang bambu polos tanpa lukisan. Sedangkan wayang golek biasanya dilukis dengan lengkap. Ada mata, hidung, bibir, sehingga menyerupai wajah manusia.