"Kami (Ditlantas Polda Jabar) akan menerapkan sistem buka tutup dan ganjil genap tergantung situasi di titik rawan, seperti kawasan wisata dan pusat keramaian," katanya.
Dirlantas menuturkan, Polda, Jabar telah menyiapkan segala sesuatu terkait pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2025, baik personel maupun pos pengamanan dan pelayanan.
"Kesiapan keselamatan jalan untuk para pemudik juga sudah kami survei semua. Secara umum, infrastruktur jalan di wilayah hukum Polda Jabar atau Provinsi Jawa Barat, baik dan bagus," ucapnya.
Kombes Dodi mengatakan, untuk mengantisipasi kecelakaan dan kepadatan saat arus mudik, Polda Jabar mengerahkan 24.976 personel terdiri atas 15.500 Polri dan 9.000 TNI. Puluhan ribu personel itu akan ditempatkan di jalur mudik. Petugas juga disebar 14 terminal, tiga pelabuhan, 413 tempat wisata, 3 bandara dan 58 stasiun kereta.
"Kami juga membentuk tim pengurai kemacetan di titik-titik rawan. Petugas akan menerapkan rekayasa lalu lintas seperti contra flow, one way, dan ganjil genap apabila terjadi kepadatan arus kendaraan yang melebihi kapasitas jalan," ucap Kombes Dodi.