Namun, kata Yusman, seusai divaksin atau siang harinya orang tua siswa menginformasikan ke tim medis jika anaknya mengalami demam. "Saat itu, petugas medis puskesmas memberikan obat pereda demam dengan dititipkan ke gurunya," ujar Yusman.
Pada malam harinya anak kembali mengalami demam disertai kejang sehingga langsung dibawa ke puskesmas guna mendapatkan tindakan medis.
"Sempat reda dan pulang, namun kembali kondisinya dan dibawa lagi ke puskesmas. Saat dirujuk ke rumah sakit terdekat, orang tuanya tidak bersedia," katanya.
Dikatakan Yusman, alasan penolakan dari orang tuanya karena alasan keluarga. "Sekitar pukul 13.00 WIB, ZL dikabarkan meninggal di rumahnya," ucapnya.