BANDUNG, iNews.id - Tatarucingan Sunda merupakan sastra lisan berupa tebak-tebakan yang biasa dilakukan masyarakat di Tatar Pasundan di saat mengisi waktu senggang. Dalam tatarucingan ini tidak saja sebagai asah otak atau juga untuk menjalin keakraban.
Tatarucingan dilontarkan untuk menguji kemampuannya seseorang menebak arti dari teka-teki yang dimaksud. Biasanya, tatarucingan muncul begitu saja ketika urang Sunda sedang mengobrol atau bercengkrama.
Di saat mengobrol bersama itulah tatarucingan tiba-tiba terlontar. Seketika itu pula satu per satu diminta menjawab maksud dari teka-teki itu. Ketika mampu menjawab, maka akan dibalas dengan tatarucingan lain. Intinya berbalas teka-teki sehingga suasana menjadi cair dan penuh gelak tawa.
Tatarucingan Sunda banyak yang kocak karena sifatnya banyolan (candaan), di antaranya:
a. Aki-aki ragrag surak, naon? (Kakek-kakek jatuh tertawa, apa?)
Jawaban: 'baralak' atau daun kelapa kering. Di saat pelepah kelapa jatuh dari pohonnya maka, daunnya akan menimbulkan suara seperti tertawa.