Syekh Abdul Muhyi ingin memastikan kembali benar adanya gua tersebut di sana dengan kembali menanam benih padi. Saat dia sedang berjalan ke arah timur, lalu mendengar suara air terjun dan kicauan burung keluar dari dalam lubang.
Syekh Abdul Muhyi memastikan untuk melihat gua tersebut. Akhirnya dilihatnya lubang yang keadaanya persis dengan gua digambarkan oleh gurunya.
Syekh Abdul Muhyi mengangkat kedua tangannya untuk memuji kebesaran Allah SWT. Gua tersebut akhirnya telah ditemukan yang dulunya merupakan tempat Syekh Abdul Qodir Al Jailani menerima ijazah ilmu agama dari gurunya bernama Iman Sanusi.
Semenjak ditemukannya gua tersebut, Syekh Abdul Muhyi dan keluarga beserta para santri-santrinya bermukim di sana. Beliau menempuh jalan tarekat di samping mendidik para santri-santrinya.
Gua Pamijahan juga pernah menjadi tempat bertemunya para Wali Songo ketika akan meyebarkan agama Islam. Dalam gua tersebut terdapat beberapa tempat, seperti tempat beribadah para wali, air kehidupan (ad acai kahuripan) yang keluar dari sela sela batuan dalam gua.