Setelah satu tahun kemudian ayah Syekh Abdul Muhyi, Sembah Lebewarta Kusumah wafat. Jenazah ayahnya di makamkan di kampung Dukuh, di tepi Kali Cikaengan.
Beberapa hari setelah pemakaman ayahnya, Syekh Abdul Muhyi kembali melanjutkan perjalanan untuk kembali mencari gua tersebut.Dia sempat bermukim di daerah Batu Wangi.
Kemudian perjalanannya di lanjutkan sampai di daerah Lebaksiu dan Syekh Abdul Muhyi bermukim di sana. Syekh Abdul Muhyi akhirnya kembali untuk melanjutkan perjalanannya menuju gunung kampung Cilumbu.
Dia akhirnya turun menuju lembah sembari bertafakur melihat keindahan pemandangan sambil menanam padi. Pada suatu hari Syekh Abdul Muhyi melihat padi yang ditanam sudah menguning dan telah mencapai waktu untuk dipetik.
Saat dipetik, terpancar cahaya kewalian yang ditandai dengan terlihatnya kekuasaan Allah SWT. Benar saja padi tersebut hasilnya tidak kurang dan tidak lebih, hanya mendapat sebanyak dengan jumlah benih yang ditanam.