"Kalau nol ekonomi berhenti, kalau 100 itu sudah normal. Alhamdulillah ekonomi Jabar hasil laporan minggu ini recovery rate-nya di angka 58, dua minggu lalu di 48, kita terus bergerak," ujarnya.
Menurut Kang Emil, ekonomi Jabar diprediksi akan tumbuh positif 4,5 persen pada akhir tahun 2021. Kang Emil optimistis angka tersebut akan tercapai seiring bergeraknya ekonomi dan vaksinasi.
"Mudah-mudahan, sesuai prediksi, akhir tahun 2021 ekonomi Jabar bisa tumbuh positif 4,5 persen, salah satunya dengan pergerakan ekonomi lewat ekspor teh," tuturnya.
Untuk diketahui, luas lahan perkebunan teh di Jabar berdasarkan Data Statistik Perkebunan tahun 2019 tercatat seluas 85.234 hektare. Terdiri dari perkebunan rakyat 45.240 hektare, perkebunan besar swasta 20.652 hektare, dan perkebunan besar negara 19.342 hektare.
Perkebunan teh di Jabar tersebar di 11 Kabupaten, yaitu Kabupaten Bandung 18.968 hektare, Bandung Barat 2.900 hektare, Bogor 1.998 hektare, Ciamis 174 hektare, Cianjur 22.881 hektare, Garut 6.822 hektare, Majalengka 672 hektare, Purwakarta 4.706 hektare, Subang 2.350 hektare, Sukabumi 13.187 hektare, Sumedang 525 hektare, dan Tasikmalaya 10.052 hektare.