Rata-rata produktivitas sebesar 1.519 kilogram per hektare. Adapun produktivitas tertinggi berada di Kabupaten Tasikmalaya 1.918 kg per hektare dan terendah Kabupaten Majalengka 343 kg per hektare.
Kepala Dinas Perkebunan Jabar, Hendy Jatnika, menuturkan, pihaknya terus memfasilitasi kegiatan yang menunjang peningkatan ekspor, di antaranya melalui penyediaan benih teh, pestisida, alat pertanian, bimbingan teknis hingga akses pasar dan fasilitasi promosi produk perkebunan baik di pasar dalam negeri maupun luar negeri.
"Kami mendapat amanat untuk mengakselerasi peningkatan produksi dan daya saing komoditas perkebunan di pasar internasional melalui ekspor dan kegiatan promosi. Satu yang didorong adalah PT Kabepe Chakra yang merupakan eksportir komoditas teh," tuturnya.
PT Kabepe Chakra yang menaungi para petani teh pada 2021 merencanakan ekspor teh sebanyak 10.400 ton dengan nilai sekitar Rp248,34 miliar dengan tujuan benua Afrika, Amerika, Asia, Australia, dan Eropa serta negara Rusia.
Selain pelepasan ekspor teh, dalam acara tersebut juga dilakukan penyerahan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Wilayah 04 Jabar kepada perwakilan petani teh dari kebun binaan PT Kabepe Chakra.
Bank BNI Wilayah 04 Jabar tahun 2020 telah menyalurkan KUR sebesar Rp1,6 triliun dengan jumlah nasabah sebanyak 12.165. Sementara penyaluran KUR khusus sektor pertanian sebesar Rp213,9 miliar, dengan nasabah sebanyak 4.728 atau sebesar 12,65 persen dari total penyaluran KUR pada tahun 2020.