"Tunnel 2 ini memang memiliki tantangannya tersendiri. Dari awal sudah kita ketahui jika struktur tanahnya labil, namun kondisi sekarang sudah lebih baik dan bisa ditangani," kata Luhut dalam keterangan resmi, Kamis (13/1/2021).
Sementara itu, Presiden Direktur PT KCIC Dwiyana Slamet Riyadi mengatakan, kehadiran Luhut beserta jajaran Kemenkomarves dan Forkopimda Kabupaten Purwakarta dinilai jadi suatu dukungan besar bagi tim KCJB yang sedang dalam proses menyelesaikan pembangunan tunnel 2 yang merupakan salah satu titik kritis konstruksi.
"Pak Menko Marvest melihat langsung pengerjaan konstruksi di tunnel 2 dan memastikan pengerjaan konstruksi dapat berjalan lancar, termasuk soal keamanan dan transfer knowledge yang terjadi selama pengerjaan konstruksi berlangsung. Kami sangat senang tentunya karena kehadiran beliau adalah suatu bentuk dukungan bagi kami yang saat ini sedang melakukan percepatan pembangunan," kata Presdir PT KCIC.
Untuk diketahui, tunnel 2 merupakan salah satu titik konstruksi dengan tantangan geografis tinggi dalam proyek KCJB karena lokasinya berada di area clay shale. Tunnel 2 ini akan menjadi terowongan pertama di Indonesia yang berhasil dibangun di area clay shale.
Dwiyana menyatakan, area clay shale merupakan jenis tanah dengan karakteristik mudah lapuk apabila terekspos saat penggalian berlangsung. Mengingat kondisi tanah yang berpotensi menimbulkan pergerakan konstruksi timbunan dan jalan di atasnya, sehingga proses pembangunan tunnel harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan seksama.