Pengasuh Ponpes di Rancabango Garut Akui Belasan Santri Terlibat Penganiayaan

fani ferdiansyah
Muadir Muallimin atau pengasuh Ponpes Persis 99 Luthi Lukman Hakim. (FOTO: FANI FERDIANSYAH)

Menanggapi pernyataan pihak pesantren, Neneng Muryana, ibu AH, warga RT01 RW03 Kelurahan Nanggewer Kaler, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, membantah jika air comberan yang disiramkan pada anaknya merupakan hoax. 

"Bukan hanya disiram, tapi disuruh minum air comberan. Tidak begitu cara mendidik santri jika memang santri ada salah," kata Neneng Muryana. 

Neneng pun memastikan AH akan dipindahkan untuk bersekolah ke Bogor. Dia khawatir perlakuan buruk akan kembali didapat jika AH tetap bersekolah di pesantren tersebut. 

"Selama ini dia takut. Waktu di kantor polisi, saya sampaikan pada anak saya ini dia akan dipindah sekolahnya, baru dia mengungkapkan semua perlakuan yang diterima dalam BAP polisi," ujarnya. 

Menurut Neneng, keluarga hingga kini masih menunggu itikad baik dari pesantren untuk datang ke rumah mereka. Ia menyatakan bahwa pihaknya bersedia untuk mencabut laporan di kepolisian, bila pihak pesantren dengan baik-baik menyelesaikan persoalan tersebut. 

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Polisi Amankan 1 Batang Besi dari Mes Pabrik Tahu Cibiuk Garut, Diduga Alat Pembunuh

57 tahun lalu

Satu Orang Dicurigai terkait Kematian Karyawan Pabrik Tahu Cibiuk Garut

57 tahun lalu

Santri Dianiaya di Garut Gegara Dituduh Curi Handphone, Gendang Telinga Pecah

57 tahun lalu

Pegawai Pabrik Tahu di Garut Tewas Tak Wajar, Keluar Darah dari Telinga dan Mulut

57 tahun lalu

Bukan Sekadar Gimmick, Cokelat Gendis di Film Lara Ati Ternyata dari Garut

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal