"Kita harus bersama-sama masyarakat untuk bagaimana mengantisipasi dampak dari cuaca ekstrem ini. Karena sering kali kita tidak tanggap," kata Risma.
Perlu ada upaya agar saat terjadi bencana di suatu wilayah, ujar Risma, evakuasi pertama adalah warga yang tergolong kelompok rentan, yakni, lanjut usia (lansia), disabilitas, anak-anak, kaum perempuan, dan orang sakit.
"Ini kan kejadiannya yang bersangkutan (korban meninggal) sakit. Seingat saya sudah buat edaran. Jadi diberikan tanda di masing-masing rumah yang sakit, disabilitas, atau lansia. Karena memang kalau (tidak) ada (tanda) itu, mereka terlupakan yang kelompok rentan ini. Itu memang tidak hanya di Sukabumi, semua (daerah) harus diperhatikan," ujarnya.
Risma menyontohkan tragedi erupsi Gunung Semeru pada Desember 2021 lalu. Saat itu ada seorang perempuan yang ingin menyalamatkan ibunya. Tapi karena sang ibu sedang sakit dan sulit dievakuasi, sang anak perempuan tersebut memilih setia bersama ibunya.
Akibatnya tragis, keduanya tewas terkena semburan awan panas Semeru. "Kita semua pasti tidak ingin ada keluarga kita tertinggal. Tapi kalau kita bersama-sama, saya yakin kita bisa lakukan, semua saling peduli," tutur Mensos.