Namun, video kejadian yang sudah sempat terekam lebih dulu kemudian tersebar di media sosial dan menjadi viral. Hal ini memicu reaksi publik. Kemudian dilakukan mediasi ulang yang difasilitasi di lingkungan Polres Cianjur.
Dani menyayangkan penyebaran video tersebut setelah kesepakatan damai tercapai. Meski begitu, dia memastikan semua pihak kini telah sepakat untuk menutup kasus ini.
“Alhamdulillah, pihak keluarga kembali menegaskan mereka tidak mempermasalahkan lagi dan sudah memaafkan. Semuanya sudah selesai secara kekeluargaan,” katanya.
Kejadian ini menjadi pelajaran penting tentang pentingnya kesabaran dan pengendalian diri dalam dunia medis, terutama ketika menangani pasien anak-anak. Sikap tanggung jawab dan permintaan maaf yang tulus dari tenaga medis pun diapresiasi sebagai bagian dari penyelesaian damai.