Oleh karena itu, Mahfud pun berkomitmen, ke depan pihakya akan memperjuangkan sisten demokrasi yang jujur. Salah satu caranya dengan menerapkan visi Nahdlatul Ulama (NU).
"Makanya saya keliling ke pesantren-pesantren untuk menjelaskan visi NU, saya ingin memakai visi NU dalam demokrasi. Saya ingin menjadi seorang NU yang muncul dengan proses kepemimpinan itu dengan bermartabat," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Partai Perindo, Dr. Ferry Kurnia Rizkiyansyah yang turut hadir dalam kunjungan cawapres itu. Dia mengatakan, Ponpes Sirnamiskin merupakan tempat bersejarah bagi Presiden ke-4 Indonesia, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
"Ini adalah tempat bersejarah bagi Gus Dur karena saat Wahid Hasyim ke sini beliau (Gus Dur) saat berusia 9 tahun. Dan ini juga napak tilas Pak Mahfud atas kunjungan Wahid Hasyim dengan Gus Dur," ucap Ferry.
"Hari ini juga bertepatan dengan haulnya Gus Dur. Mudah-mudahan pertemuan ini membawa berkah, dan diluar ekspektasi dari Prof Mahfud, bahwa yang tadinya hanya bersilaturahmi saja tetapi disini juga berkumpul para ulama dari Bandung," katanya.
Ferry mengatakan, kehadiran Mahfud ini sekaligus untuk mengajak umat Islam khususnya para kiai dan ulama di Ponpes Sirnamiskin untuk bersama-sama merawat demokrasi.
"Demokrasi ini tidak bisa dipisahkan dari umat Islam," ucapnya.